Minggu, 17 Agustus 2014

ibu pemecah batu

ini adalah kisah seorang ibu yang rela banting tulang untuk menyambung hidup dan menyekolahkan anaknya kuliah. lebih tepatnya beliau adalah ibuku, ibu meminta kepadaku untuk meng-upload gambar ketika sedang memecahkan batu agar di lihat oleh Bapak Presiden supaya tau di sini kami berjuang untuk hidup. sebenernya tidak hanya ibuku yang memecahkan batu untuk menyambung hidup. banyak ibu2 di sekitarku sebagai pemecah batu selagi tidak ada kegiatan di sawah, karena rata2 orang di Desa Semawung ini adalah seorang petani.
saat ini aku ingin bercerita tentang ibu pemukul batu. di sela-sela kesibukannya bertani bu Niati (ibuku) memecahkan batu-batu yang di ambil di kali dekat rumah. beliau membawa batu-batu itu dengan cara di gendong, bisa kita bayangkan betapa breratnya batu-batu itu di bahu ibuku. gendongan demi gendongan beliau lakuukan hampir setiap hari. seletah sampai rumah lalu batu di pecahkan dengan palu hinga kecil-kecil. harganya pun tidak sepadan dengan apa yang di lakukan ibuku. hanya rp.2000 per kranjang. memang kecil nilainya. tapi mau gimana lagi. mau dapet uang dari mana kalau tidak begini. tunjangan-tunjangan dari pemerintah??? ibuku tidak pernah mendapatkanya. ucap syukur kepada Sang Pencipta, mungkin orang-orang melihat kami ini serba kecukupan, mereka tidak tahu bahwa kami disini berjuang keras untuk mendapatkan uang dan menyambung hidup.
ibuku rela banting tulang apa saja asal halal agar anaknya bisa mencapai cita-citanya, sungguh ibu yang mulia bukan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar